Footprints of Mine

Footprints of mine
Aku adalah wanita biasa, lulusan Universitas biasa, dengan predikat biasa - biasa saja, berasal dari keluarga yang biasa, dan sekarang Puji Tuhan punya pekerjaan walaupun pekerjaannya termasuk yang biasa-biasa juga.. ;)

Mimpiku sederhana, mengelilingi Indonesia, yah kalau diberi kesempatan sih ingin juga keliling dunia,, hehehe..
Aku sudah lupa kapan tepatnya aku jatuh cinta pada Travelling, semenjak kuliah aku memang suka jalan-jalan, naik gunung, ke pantai, camping, walaupun hanya dalam daerah sendiri, maklum saja aku berasal dari keluarga biasa yang hanya sanggup membiayai kuliahku, bukan jalan-jalanku.. Ditambah lagi jadi satu-satunya anak wanita di keluarga yang penuh aturan, membuatku tidak begitu dibebaskan kemana saja.. (Masih inget jaman dulu, buat naik gunung aja aku harus punya 1001 alasan).. :D
Semenjak lulus kuliah dan bekerja, aku jadi punya penghasilan sendiri akhirnya kesampaian juga bisa jalan-jalan keluar daerah dengan tabungan sendiri.. yeayyyy!! 
Perjalanan pertamaku tanpa adanya keluarga yang mendampingi dimulai 2012, (yeah,, a lil bit too late for me, I know, but if only you know how strict my parent is, you will understand why) 
Syukurlah cerita jalan-jalan di Indonesiaku di mulai ketika jaman sudah mulai modern, dimana sudah ada Foto digital yang bisa menyimpan segala rekam jejak perjalananku (Walau ada sebagian foto dan video yang hilang dikarenakan Hard disk yang rusak :( hiks, ikhlaskanlah.. ), beda dengan jaman masih sekolah dan kuliah yang tiap jalan-jalan stok foto masih sangat terbatas karena masih menggunakan Kamera manual (aka. roll film camera) yang alhasil sekarang tak bersisa akibat kebakaran yang meludeskan rumahku dan segala isinya tahun 2011 lalu. 

Memulai perjalanan bukan hal yang mudah, keluar dari zona nyaman, apalagi untukku yang selama sekolah dan kuliah tak pernah jauh dari keluarga. Aku yang awalnya harus jalan dengan orang-orang yang kukenal, lama-lama jadi berani berjalan sendiri. Bertemu orang-orang asing yang awalnya menakutkan (dengan adanya perasaan takut tidak diterima, atau takut menjadi orang yang kurang menyenangkan), lama kelamaan terasa menyenangkan karena ternyata setiap pertemuan mempunyai keseruan tersendiri, Berada  di tempat baru yang belum pernah kita datangi sebelumnya malah membuat kita lebih bebas jadi diri sendiri karena tidak peduli dengan penilaian orang. Yeah, perjalanan memang mempunyai sensasi yang berbeda bagi setiap orang. Bagiku, perjalanan sudah menjadi candu, bukan lagi sekadar keinginan tapi kebutuhan. Bukan kebutuhan untuk diakui, tidak sama sekali.. (aku bahkan tak peduli instagramku sudah tidak aktif beberapa minggu). Aku hanya butuh belajar hidup dari perjalanan, ada begitu banyak hal yang kutemui dan kupelajari dari tiap langkahku. Belajar dari alam, dari sekeliling, hal-hal baru yang kulihat, kudengar, kurasa. kemudian perasaan bebas jadi diri sendiri di setiap perjalanan, tidak peduli penilaian sosial masyarakat. Karena kebanyakan mereka yang kutemui di perjalanan tak pernah mempedulikan pekerjaanku atau status sosialku, ya, kita hanya sama-sama penikmat perjalanan, penikmat alam, dan semoga bisa ikut terlibat cukup banyak dalam menjaga alam ini.
That’s it. Awal mula perjalananku, Aku tidak tau dimana ujung perjalananku, yang aku tau aku akan terus berjalan selama aku masih sanggup untuk berjalan.. Well, Enjoy the Footprints of mine..

Komentar